Diary entries forThe Super Frugal Family
The Super Frugal Family
Sebenarnya punya premis menarik, tapi eksekusinya terasa setengah matang. Dari awal sampai akhir, film ini nggak jelas mau fokus ke komedi atau drama keluarga, semuanya serba nanggung. Humor situasionalnya kadang lucu, tapi banyak juga yang garing dan berlarut. Motivasi tiap karakter nggak pernah benar-benar dijelaskan. Kenapa mereka harus hidup seirit itu sampai segitunya juga nggak masuk akal. Padahal itu inti cerita. Akibatnya penonton susah merasa simpati atau terhubung. Durasi hampir dua jam juga bikin cerita terasa berat. Banyak adegan berulang tanpa perkembangan. Energi film menurun di tengah dan gagal naik lagi sampai akhir. Konklusinya juga datar, kayak filmnya berhenti begitu aja tanpa pesan yang kuat. Yang lumayan menyelamatkan cuma chemistry keluarga Sukaharta, terutama karena diperankan oleh keluarga asli Widi Mulia dan Dwi Sasono. Tapi sisanya, hanya cerita keluarga yang sibuk berhemat tanpa arah yang jelas.
The Super Frugal Family
Super irit... more like super pelit. But honestly, it's not impossible for that to happen, especially in this economy.
The Super Frugal Family
everytime there is an indonesian film justifying poverty for middle class wet dream, I'll be rich by now.