Diary entries forWomen from Rote Island

3 entries
juan's profile
juan

Women from Rote Island

It’s disappointing that this film was chosen as an Oscar submission when there are others more deserving. It doesn’t quite meet the artistic or technical standards we should aim for, a baffling decision.

3h ago
vinguson's profile
vinguson

Women from Rote Island

Too tragic and traumatic to me. There's no safe place for woman out there. Oh the world is sickening! I can't stand it i live in this world with these horny and cruel people (men). Selama nonton ini cuman mual dan sedih ngeliatnya, kenapa perempuan gak ada harga dirinya disini? Emang bener yang harus dijaga tuh nafsu nya laki laki bejat bukan malah perempuan, gak ada safe place di dunia ini. Abis nonton ini juga masih bertanya tanya sih, ini tuh siapa, bener kayak gini kah? Sampe melongo sendiri speechless. The world is cruel because of these bastard ㅡㅡ 🚫 SPOILER ALERT 🚫 (Itu ada gay sex scene siapa anjir? Itu yang menjadi pertanyaan besar gue, ternyata laki laki juga bisa kena dan gak ada safe place disini for both gender)

2d ago
reynata

Women from Rote Island

Finally gw kesampaian nonton Women from Rote Island, cukup surprise filmnya bisa sampai masuk bioskop, keren. Anyway, film ini sebenarnya memunculkan banyak sekali pro kontra sejak pertama kali tayang di JFW tahun lalu plus semenjak FFI menobatkan film ini sebagai film panjang terbaik tahun 2023. Disatu sisi gw ngerti, sih, banyak orang yang merasa kalau Women from Rote Island ini terkesan tidak 'empowering' karena sepanjang film mostly hanya menjual kisah sedih nan pilu dan menyayat hati para perempuan dari tanah Rote tanpa dibarengi dengan perlawanan yang berarti. Tapi, at some point, sebagai seorang yang lahir dan tumbuh di sebuah desa kecil di salah satu sudut negeri ini (asik) gw justru merasa Jeremias Nyangoen, sebagai sutradara, sangat jujur, bahkan terlampau jujur dalam memotret realita memilukan kehidupan para perempuan yang masih hidup di desa kecil yang jauh dari sentuhan pemikiran modern. Realita yang mereka hadapi memang sepedih, sepilu, se-struggle, dan semenyayat itu. Jeremias Nyangoen berhasil memotret realita pedih tersebut dengan sebenar-benarnya melalui Women from Rote Island ini. Tapi, as whole movie, film ini memang belum sempurna, masih ada beberapa lubang disana-sini yang membuat pengalaman menonton menjadi kurang memuaskan, sekecil pemilihan font di tiap pergantian sequence dan scoring yang menurut gw terkesan 'yang penting jadi' dan kurang effort, idk tapi itu yg gw rasain. Karakterisasi tiap-tiap tokohnya juga kurang kuat dan berasa film ini gak punya main character yang lead the story, jadi sepanjang film cukup berasa banget lost-nya. However, gw suka banget sama sinematografinya yang membuat gw beberapa kali ngucap 'wow' keren aja gitu, suka. Poin plus lainnya adalah budaya tanah Rote yang sangat disorot di Women from Rote Island ini. Gw pribadi selalu tertarik sama film-film yang mencoba untuk meng-eksplor keeksotisan wilayah Indonesia Timur yang membuat jagat sinema Indonesia jadi lebih kaya dan diverse, gak jawa-jawa mulu. Kalau ada waktu, sempatkan sejenak untuk nonton film ini di bioskop, ok!

9d ago